Halohhhh kawandh-kawandhhhhhh.
Setelah ngerengek-rengek ke mamak mau beli MSS dan akhirnyaaaa hari ini gue beli buku ituuuuuuuuuu. Ya walaupun telat hampir seminggu tapi ya gapapalah yang penting gue punya dan lo engga weeeee *kasihpantat* *goyang2pantat*
 |
| Penampakan Manusia Setengah Salmon |
Walaupun baru beberapa bab yang gue baca tapi entah kenapa gue punya feeling kalau gue bakal cocok sama buku ini. Mungkin karena katanya buku ini adalah kebalikan bukunya bang Radit sebelumnya. Kalau bukunya bang radit sebelumnya (Marmut Merah Jambu) lebih banyak tentang Jatuh Cintanya tapi katanya Manusia Setengah Salmon ini lebih banyak tentang Patah Hatinya. Terus kenapa gue merasa bakal cocok sama buku ini? Mungkin karena gue juga abis Patah Hati. Uhuk.
Dan ternyata yang katanya buku ini lebih banyak tentang Patah Hatinya itu terbukti setelah gue baca bab yang berjudul Sepotong Hati Didalam Kardus Cokelat.
Gue baca bab itu kalimat demi kalimat *HALAH* dan ternyata gue sadar kalau bab itu...............PERSIS BANGET SAMA YANG GUE RASAIN WAKTU PUTUS SAMA SI ANU. Dan guepun berpendapat bahwa..... sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa(?)
Ngawur.
Oke. Dan guepun berpendapat kalau bab ini adalah bab favorit gue di buku Manusia Setengah Salmon. Aduh bang Radit lopyupul deh
♥
Ada beberapa kutipan-kutipan kalimat yang sumpah-ini-gue-setuju-banget. Diantaranya adalah:
'Udah kamu cuci muka sana, jangan kau sedih-sedih-lah. Masih banyak ikan dilaut. Ha Haha' 'Ikan dilaut masih banyak. Tapi apa ada ikan yang kayak gini lagi?'
'Seperti rumah ini yang jadi terlalu sempit buat keluarga kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yg lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah, gue dan dia juga tidak salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama. Mungkin seperti gue dan dia. Dan dia, memutuskan untuk pindah.'
'Putus cinta sejatinya adalah suatu kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yg lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yg kita sayang, kadang bahkan kita yg memaksaorg tsb untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yg sudah menjadi ruang kosong.'
Gimana? So sweet kan? Bikin galau abez. Bang Radit emang jago banget bikin orang galau-_-
Bab ini bikin bikin gue flashback ke masa-masa pas gue masih sama si anu. Masa-masa yang sumpah-indah-banget. Tapi sayang semuanya harus berakhir begitu cepat. Ah, mengapa semua ini terjadi? Mengapa?! Sudahlah. Ini emang udh waktunya buat gue move on tapi gue gabisaaaaaaaaa. Gue gabisa oi gabisa! Bantuin gue dong siapapunnn T^T
Tuhkan gue jadi galau. Lu sih bang(?)
Karena gamau ke galauan ini berlanjut mendingan......... bakar saja bukunya. Eh, maksudnya mendingan gue udahan nulis post tentang ini.
Bang radit, gue tunggu buku gokil lo selanjutnya. Keep gokil&idiot ya bang._.v